Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru PAUD Lewat Bimtek Digitalisasi Pembelajaran

FACEINDONESIA.CO.ID-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas proses belajar anak melalui pemanfaatan teknologi digital yang interaktif dan menyenangkan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengatakan pengembangan PAUD menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mendukung percepatan wajib belajar 13 tahun, rehabilitasi sarana pendidikan, serta penanaman karakter dan kebiasaan hidup bersih sejak dini.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Atip saat membuka Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan I di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (7/10/2026).

Menurut Atip, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai sejak jenjang PAUD. Selain memperbaiki fasilitas fisik, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran.

Ia menegaskan, penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) bukanlah tujuan utama pendidikan. Teknologi harus mampu mendorong kolaborasi antara guru, murid, dan perangkat digital sehingga menciptakan proses belajar yang kreatif dan inovatif.

“Teknologi itu betul-betul bukan tujuan, akan tetapi medium, alat sarana untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, yaitu pendidikan yang bermutu,” ujar Atip.

Ia juga mengingatkan pentingnya pembelajaran interaktif untuk menjawab rasa ingin tahu anak usia dini yang tinggi. Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat pembentukan karakter bangsa.

Sementara itu, Direktur PAUD Kemendikdasmen, Kurniawan, menjelaskan bahwa bimtek dirancang untuk meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan tujuan pembelajaran.

Menurutnya, program Digitalisasi Pembelajaran PAUD 2026 memiliki tiga pilar utama, yakni penyediaan PID, bahan ajar digital interaktif, serta peningkatan kapasitas pendidik melalui bimbingan teknis.

Pada 2026, Direktorat PAUD menargetkan penyaluran lanjutan PID kepada 75.974 satuan PAUD yang telah melalui proses verifikasi dan validasi. Peserta bimtek diharapkan menjadi penggerak yang mendampingi guru lain serta menyebarluaskan praktik pembelajaran digital yang baik di daerah masing-masing.

Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan I berlangsung pada 7–9 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 181 satuan PAUD penerima PID yang mewakili 39 kabupaten/kota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap digitalisasi pendidikan tidak sekadar menghadirkan perangkat di sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas interaksi dan pengalaman belajar anak sejak usia dini.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *