FACEINDONESIA.CO.ID- Pembelajaran di SMAN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, kini semakin interaktif dengan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP). Kehadiran teknologi tersebut menjadi bagian dari program Digitalisasi Pembelajaran yang mendorong pemanfaatan teknologi untuk menciptakan proses belajar yang lebih menarik dan melibatkan murid secara aktif.
Melalui Papan Interaktif Digital, kegiatan belajar tidak lagi hanya berpusat pada tulisan guru di papan. Murid dapat melihat materi secara visual, mengakses berbagai sumber pembelajaran, hingga mengikuti aktivitas secara bersama-sama melalui satu perangkat.
Guru Matematika SMAN 2 Cibinong, Nurlaela, mengatakan penggunaan IFP memberikan manfaat bagi guru dan murid. Menurutnya, guru memiliki media pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif, sementara murid memperoleh ruang lebih luas untuk mengeksplorasi materi yang sedang dipelajari.
“Anak-anak lebih semangat karena mereka juga bisa eksplorasi. Ditambah lagi, dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga terdapat platform Rumah Pendidikan. Di ruang tersebut kami menggunakan Ruang Murid, anak-anak bisa menggunakan materi ajar, lab maya, ataupun bahan-bahan interaktif lainnya dari sana,” ujar Nurlaela.
Sebelum menggunakan IFP, Nurlaela lebih sering mengandalkan laptop dan proyektor sebagai sarana pembelajaran. Menurutnya, metode tersebut memiliki keterbatasan karena interaksi dengan materi digital masih lebih banyak dilakukan oleh guru.
Berbeda dengan IFP, murid dapat terlibat secara langsung dalam penggunaan media pembelajaran. Hal ini membuat suasana kelas menjadi lebih aktif karena guru dan murid dapat berinteraksi dengan materi melalui layar digital.
Pemanfaatan teknologi tersebut juga dibarengi dengan peningkatan kompetensi guru. Nurlaela sebelumnya mengikuti pelatihan Digitalisasi Pembelajaran yang mencakup penggunaan Papan Interaktif Digital, pembuatan media pembelajaran interaktif, hingga pemanfaatan Canva AI.
Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan kemudian dibagikan kepada guru lain di SMAN 2 Cibinong. Saat ini, sejumlah guru di sekolah tersebut juga telah memanfaatkan IFP dalam kegiatan belajar mengajar.
“Karena saya sudah merasakan manfaatnya, menurut saya wajib PID ini ada di sekolah, karena sangat membantu guru dalam kegiatan belajar dan bisa menarik motivasi murid dalam mendalami pelajaran,” katanya.
Manfaat Papan Interaktif Digital juga dirasakan langsung oleh para murid. Dayana, siswi kelas X SMAN 2 Cibinong, menilai keberadaan IFP membantu seluruh murid mengikuti pembelajaran melalui media yang sama.
Menurut Dayana, hal tersebut juga membantu teman-temannya yang belum memiliki gawai pribadi. Seluruh murid dapat mengakses materi dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara bersama-sama.
“Lebih efektif juga karena yang kita lihat itu sama, dibanding terpisah-pisah dari device lain,” ungkap Dayana.
Ia juga menyukai aktivitas pembelajaran dalam bentuk permainan yang tersedia melalui IFP. Aktivitas tersebut dapat dilakukan bersama sehingga murid dapat berdiskusi, bertukar pendapat, dan mencari jawaban secara bersama-sama. Kondisi tersebut membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan sekaligus membantu murid memahami materi.
Pengalaman positif juga disampaikan Ibrahim Al-Haraqi. Ia menilai pembelajaran dengan IFP lebih aktif dibandingkan sebelumnya ketika murid cenderung menggunakan laptop atau telepon seluler secara individual.
Dengan Papan Interaktif Digital, murid dapat belajar sekaligus berinteraksi dalam kegiatan yang sama.
“Seru banget sih! Selain belajar, kita juga bisa sambil bermain memilih jawaban-jawabannya, pokoknya seru banget,” kata Ibrahim.
Sementara itu, Dinda Aulia Kasih merasakan manfaat lain dari penggunaan IFP, terutama dalam mengakses dan menyimpan materi pembelajaran. Jika sebelumnya murid lebih banyak mengandalkan tulisan di papan tulis, kini mereka dapat melihat video pembelajaran dan mencari informasi tambahan secara bersama-sama.
Guru juga dapat menulis langsung pada layar sentuh, menyimpan hasil pembelajaran, kemudian membagikannya kepada murid.
“Sebelumnya, kita tidak ada sarana untuk melihat video pembelajaran atau mencari tahu informasi. Sekarang, kita bisa melakukannya bersama, sehingga pembelajaran lebih seru,” tutur Dinda.
Pemanfaatan Papan Interaktif Digital di SMAN 2 Cibinong turut ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono yang didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam kunjungan kerja di Kabupaten Bogor.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan program prioritas nasional di bidang pendidikan. Dalam kesempatan itu, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar juga menjadi salah satu hal yang dilihat secara langsung di ruang kelas.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak sebatas menyediakan perangkat teknologi di sekolah. Menurutnya, keberadaan Papan Interaktif Digital akan memberikan manfaat lebih besar apabila digunakan untuk memperkaya metode mengajar guru sekaligus membuka kesempatan bagi murid untuk lebih aktif dalam pembelajaran.
“Di SMAN 2 Cibinong, pemanfaatan PID menunjukkan bahwa Digitalisasi Pembelajaran tidak berhenti pada penyediaan perangkat. Kehadiran PID menjadi lebih bermakna ketika digunakan untuk memperkaya cara guru mengajar dan memberi kesempatan kepada murid untuk melihat, mencoba, berdiskusi, serta terlibat lebih aktif dalam proses belajar,” ujar Abdul Mu’ti.
Pemanfaatan Papan Interaktif Digital di SMAN 2 Cibinong menjadi salah satu contoh penerapan digitalisasi pembelajaran yang menggabungkan teknologi dengan aktivitas belajar yang kolaboratif. Kehadiran perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung guru sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan bagi murid.(ZID)






