Kemenpar Perkuat Digital Leadership untuk Tourism 5.0

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kemampuan digital para pimpinan sebagai langkah mempercepat transformasi digital dan penerapan Tourism 5.0 dalam tata kelola pariwisata Indonesia.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji mengatakan, peningkatan kapasitas digital pimpinan diharapkan dapat mendukung terwujudnya pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Bayu saat membuka Pelatihan Literasi Digital, Pemanfaatan AI, dan Cyber Security bagi Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama, Senin (5/10/2026).

“Transformasi digital telah mengubah cara pemerintah bekerja, mengambil keputusan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bagi Kementerian Pariwisata, transformasi ini menjadi semakin penting seiring dengan penerapan Tourism 5.0,” ujar Bayu.

Menurutnya, Tourism 5.0 bukan sekadar digitalisasi, tetapi pemanfaatan teknologi, data, dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan proses kerja yang lebih efektif sekaligus menghadirkan pengalaman pariwisata berkualitas sesuai kebutuhan wisatawan.

“Pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan digital leadership di lingkungan Kementerian Pariwisata. Para pimpinan perlu memiliki pemahaman yang memadai untuk menentukan teknologi yang relevan, memahami bagaimana AI dapat memberikan nilai tambah, serta memastikan berbagai risiko digital dapat dikelola dengan baik,” jelasnya.

Pelatihan tersebut berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Selain pembekalan materi, peserta mengikuti simulasi berbasis diskusi dengan skenario krisis atau serangan siber. Simulasi ini bertujuan melatih kemampuan merespons insiden, mengidentifikasi celah keamanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber.

Kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas kebijakan dan pengambilan keputusan melalui penerapan Emergency Response Plan (ERP) dan Business Continuity Plan (BCP).

Bayu menegaskan, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan keamanan. Semakin banyak data dan proses kerja yang terdigitalisasi, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan keamanan informasi, perlindungan data, pengendalian akses, serta ketahanan sistem terhadap ancaman siber.

“Teknologi harus kita tempatkan sebagai enabler, sementara kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan tetap menjadi fondasi utamanya,” kata Bayu.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pemahaman tentang AI dan teknologi digital, tetapi dapat diterapkan dalam inovasi, perbaikan proses bisnis, pelayanan publik, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan program prioritas Kementerian Pariwisata.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi digital dan implementasi Tourism 5.0, sekaligus mendukung terwujudnya pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan berdampak,” pungkasnya.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *