FACEINDONESIA.CO.ID- Pekerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru terus berlangsung. Memasuki Oktober 2026, konstruksi berjalan di area Stasiun Karet, sementara perangkat travelator di Stasiun Sudirman Baru mulai memasuki tahap perakitan.
Integrasi ini dilakukan setelah layanan naik dan turun pelanggan Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru sejak 1 September 2026. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pekerjaan konstruksi dilakukan dengan tetap memperhatikan perjalanan pelanggan dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.
“Pekerjaan konstruksi di area Karet terus berjalan. Pada saat yang sama, perangkat travelator sudah berada di Sudirman Baru dan masuk tahap perakitan,” ujar Anne.
Dalam proyek ini, KAI menyiapkan satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal. Penataan juga mencakup koridor pejalan kaki, lanskap stasiun, area drop off kendaraan lanjutan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sementara di sisi Kendal, pekerjaan meliputi penambahan eskalator akses, kanopi selasar, dan penataan koridor pejalan kaki.
Aktivitas Sudirman Baru Naik 251 Persen
Pengalihan layanan dari Karet mulai berdampak terhadap aktivitas pelanggan di Stasiun Sudirman Baru.
Pada Agustus 2026, aktivitas Commuter Line Jabodetabek di Sudirman Baru tercatat 190.060 aktivitas atau rata-rata 6.131 aktivitas per hari.
Setelah pengalihan layanan pada September, jumlahnya meningkat menjadi 646.411 aktivitas atau rata-rata 21.547 aktivitas per hari.
Dengan demikian, rata-rata aktivitas harian Commuter Line Jabodetabek di Sudirman Baru naik sekitar 251,45 persen dalam satu bulan.
Rata-rata gate in meningkat dari sekitar 3.691 pelanggan per hari pada Agustus menjadi 11.804 pelanggan pada September. Sedangkan rata-rata gate out naik dari sekitar 2.440 menjadi 9.743 pelanggan per hari.
Pada hari kerja, rata-rata aktivitas juga meningkat dari sekitar 7.862 aktivitas per hari menjadi 26.178 aktivitas per hari atau naik sekitar 233 persen.
“Data ini menunjukkan pelanggan mulai menyesuaikan pola perjalanannya sejak pelayanan dipusatkan di Sudirman Baru,” kata Anne.
Sebagai perbandingan, Stasiun Karet pada Agustus 2026 masih mencatat 606.724 aktivitas pelanggan atau rata-rata sekitar 19.572 aktivitas per hari.
Aktivitas Stasiun Sudirman Ikut Meningkat
Perubahan volume perjalanan juga terlihat di Stasiun Sudirman. Aktivitas meningkat dari 2.304.280 pada Agustus menjadi 2.474.878 aktivitas pada September 2026.
Rata-rata aktivitas harian naik dari sekitar 74.332 menjadi 82.496 aktivitas atau tumbuh 10,98 persen.
Pada hari kerja, rata-rata aktivitas Stasiun Sudirman meningkat dari sekitar 82.881 menjadi 91.745 aktivitas per hari.
Sementara itu, aktivitas Commuter Line Bandara di Sudirman Baru relatif stabil. Pada Agustus tercatat 78.587 aktivitas dan September 75.654 aktivitas, dengan rata-rata harian masing-masing sekitar 2.535 dan 2.522 aktivitas.
Anne mengatakan, data pelanggan menjadi salah satu acuan KAI dalam menata fasilitas di kawasan tersebut.
“Kenaikan terbesar terjadi pada aktivitas Commuter Line Jabodetabek, sementara layanan Commuter Line Bandara relatif stabil. Karena itu, penataan fasilitas diarahkan mengikuti kebutuhan perjalanan yang saat ini terbentuk di lapangan,” jelasnya.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, Stasiun Karet dan Sudirman Baru secara bersama mencatat 6.702.680 aktivitas pelanggan. Angka tersebut terdiri dari 4.909.334 aktivitas di Karet dan 1.793.346 aktivitas di Sudirman Baru.
KAI menargetkan integrasi Karet-Sudirman Baru dapat memudahkan perpindahan pelanggan sekaligus menata akses pejalan kaki dan kendaraan lanjutan di kawasan tersebut.
“Kami ingin pekerjaan ini menghasilkan akses yang mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Progres konstruksi dan perakitan travelator terus berjalan, sementara pola perjalanan pelanggan terus kami evaluasi selama masa integrasi,” tutup Anne.(ZID)






