FACEINDONESIA.CO.ID-PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menyalurkan 76.400 masker bagi masyarakat terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Bantuan tersebut disalurkan melalui sinergi bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah menangani dampak Karhutla, khususnya penurunan kualitas udara akibat asap dan partikulat.
“Karhutla tidak hanya berbicara kebakaran dan pemadaman, tetapi juga dampaknya seperti penurunan kualitas udara. Untuk itu, dukungan perlindungan kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat terdampak,” ujar Anggono dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Secara rinci, sebanyak 25.000 masker disalurkan melalui Kantor Wilayah III Kementerian Lingkungan Hidup di Pontianak, Kalimantan Barat. Kemudian 21.400 masker melalui Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Wilayah II di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sementara itu, 30.000 masker lainnya diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah Sumatera yang terdampak Karhutla.
Pupuk Kaltim berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan aksi nyata di lapangan.
Menurutnya, Pupuk Kaltim terus mengambil peran sesuai kapasitas dan sumber daya perusahaan, baik dalam kondisi kedaruratan maupun melalui upaya pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan.
“Ketika semua bergerak bersama, respons terhadap persoalan lingkungan akan lebih cepat dan efektif,” tegas Rafli.
Sebelumnya, Pupuk Kaltim juga memberikan dukungan penanganan Karhutla di Kota Bontang. Bantuan antara lain berupa akses pengisian air bagi armada pemadam kebakaran selama 24 jam, 1.400 masker bagi masyarakat terdampak, serta makanan tambahan bagi petugas yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Rafli menambahkan, dukungan perusahaan akan terus diperluas sesuai kebutuhan, baik melalui respons kondisi darurat maupun program preventif dan berkelanjutan.
“Paling utama tentu bagaimana kita mencegah terjadinya kebakaran. Namun saat kondisi itu terjadi dan butuh penanganan, kami siap memberikan dukungan optimal sesuai kebutuhan,” pungkasnya.(ZID)






