KAI Kembangkan Perawatan Rel Ramah Lingkungan

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mengembangkan inovasi dalam perawatan prasarana perkeretaapian melalui penggunaan material dan teknologi yang semakin modern dan ramah lingkungan.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan bantalan sintetis berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane sebagai alternatif bantalan rel. Material tersebut memiliki umur teknis lebih panjang dibandingkan bantalan kayu serta lebih tahan terhadap cuaca dan kondisi lingkungan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data KAI, pengadaan bantalan sintetis mencapai 5.656 batang pada 2022, meningkat menjadi 16.353 batang pada 2023, sebanyak 15.864 batang pada 2024, 13.789 batang pada 2025, dan 16.839 batang pada 2026. Secara keseluruhan, KAI telah menggunakan 68.501 batang bantalan sintetis sepanjang periode 2022-2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan jalur rel sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Di balik perjalanan kereta api yang dinikmati pelanggan, terdapat proses perawatan yang dilakukan berkelanjutan. KAI terus menghadirkan inovasi pada material dan teknologi perawatan agar prasarana tetap andal serta mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Anne, Rabu (16/9/2026).

Menurut Anne, penggunaan bantalan sintetis dapat mendukung pemeliharaan jalur rel karena memiliki daya tahan lebih panjang. Material ini juga membantu mengurangi frekuensi penggantian, penggunaan kayu sebagai bahan baku, serta timbulan limbah.

Sebelum digunakan, bantalan sintetis menjalani berbagai pengujian teknis untuk memastikan kualitas dan keamanannya. Pengujian antara lain meliputi kekuatan lentur, ketahanan beban, kekuatan tekan dan geser, resistansi isolasi, kekuatan cabut screw spike, ketahanan api, ketahanan fatik, hingga ketahanan terhadap cuaca.

Selain material rel, KAI juga mulai menggunakan peralatan perawatan berbasis baterai dan listrik. Sejumlah peralatan cordless yang digunakan antara lain impact wrench, mesin bor, lampu penerangan, gerinda, dan track geometry trolley.

Peralatan tersebut mendukung berbagai pekerjaan perawatan prasarana, seperti pemasangan komponen jalur rel, pengeboran, penerangan area kerja, pemotongan material, hingga pengukuran geometri jalur rel.

KAI juga menyiapkan pengembangan penggunaan perangkat berbasis baterai dan listrik, di antaranya battery rail saw, rail grinder, electric hydraulic jack, battery-powered portable tamper, battery drill, electric paint sprayer, electric high-pressure washer, serta chain saw.

Transformasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan pekerjaan petugas sekaligus mengurangi penggunaan peralatan berbasis bahan bakar dalam kegiatan perawatan prasarana.

Di sisi lingkungan, KAI menerapkan berbagai program, seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengelolaan limbah B3 sesuai ketentuan, serta audit lingkungan secara rutin di area kerja.

KAI juga menyiapkan rencana pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Balai Yasa Prasarana melalui instalasi panel surya fotovoltaik. Program tersebut menjadi bagian dari upaya efisiensi energi dan penerapan konsep green building pada fasilitas perawatan prasarana.

“Perjalanan kereta api dimulai dari jalur yang terawat. Melalui inovasi material, teknologi perawatan, dan pengelolaan lingkungan, KAI terus menjaga kualitas prasarana agar perjalanan pelanggan semakin aman, nyaman, dan andal,” kata Anne.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *