FACEINDONESIA.CO.ID-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melaksanakan Program Pengimbasan Training of Trainer (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025 di Gorontalo, Sulawesi Utara, yang juga bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari pada 25–26 November 2025.
Program ToT Al-Qur’an Isyarat ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS dengan Yayasan Putra Mandiri. Acara ToT sendiri dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Dra. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H di Hotel Mega Zanur Gorontalo.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA menuturkan, sebanyak 34 peserta mengikuti program pengibasan ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat. Program ini bertujuan membekali para guru dengan fokus mengajarkan bacaan Al-Qur’an dengan bahasa isyarat.
“Melalui program ini kami berharap akan lahir para pengajar yang mampu mendampingi dan membimbing teman tuli untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan metode yang lebih inklusif,” kata Saidah, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, program ini merupakan dukungan BAZNAS di bidang pendidikan khususnya agama, tanpa memandang keterbatasan yang mereka miliki. Karena ini bagian dari pemenuhan hak dasar mereka dalam membaca kitab suci.
Lebih lanjut, Saidah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan keadilan sosial dalam mengakses pendidikan dan agama yang dianut, sehingga tidak ada satu pun yang terlewatkan.
“Kegiatan ini penting diikuti secara serius dan fokus agar seluruh ilmu yang disampaikan dapat dipahami dengan utuh dan diterapkan ketika mengajar siswa di sekolah atau lembaga masing-masing,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Hj. Ida Zulfiah Khoirudin, M.Ag., memberikan apresiasi kepada BAZNAS dan para mitra penyelenggara atas pelaksanaan kegiatan yang menggunakan metode pengajaran Al-Qur’an dengan bahasa isyarat secara efektif dan inklusif, sehingga penyandang disabilitas dapat mengakses Al-Qur’an melalui berbagai metode pembelajaran.
“Ini sangat penting untuk memastikan agar mereka juga memiliki hak yang sama dalam belajar Al-Qur’an. Jadi kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan ikut andil dalam mensosialisasikan pengajaran Al-Qur’an berbahasa isyarat,” kata Ida.
Melalui program ini, diharapkan lahir para pengajar yang mampu mendampingi dan membimbing anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat membaca dan memahami Al-Qur’an dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Program ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk memperkuat pendidikan inklusif berbasis nilai-nilai keagamaan di Provinsi Gorontalo.





