FACEINDONESIA.CO.ID- Produsen kendaraan energi baru BYD resmi meresmikan fasilitas manufaktur pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Pabrik seluas sekitar 126 hektare ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.
Pembangunan pabrik BYD Subang berlangsung sekitar 20 bulan. Fasilitas tersebut menjadi lokasi manufaktur BYD ke-13 secara global dan bagian dari strategi perusahaan memperkuat produksi lokal serta membangun ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.
Peresmian dilakukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Hadir pula Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan industri.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BYD terhadap potensi pasar Indonesia dan perkembangan industri kendaraan energi baru di Asia Tenggara.
“Pembangunan fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki arti lebih besar daripada sekadar memproduksi kendaraan di Indonesia. Ini merupakan langkah membangun kapabilitas bersama, membuka peluang tenaga kerja lokal, mengembangkan talenta dan keterampilan, serta memperkuat keterlibatan industri Indonesia,” ujar Eagle.
Selain produksi kendaraan, BYD juga menyiapkan pengembangan berbagai kemampuan pendukung, termasuk fasilitas baterai untuk memperkuat ekosistem kendaraan energi baru.
Pabrik BYD Subang mengandalkan tingkat otomatisasi tinggi dan sistem produksi cerdas. Proses manufaktur mencakup tiga tahap utama, yakni welding, painting, dan final assembly yang terintegrasi.
Pada tahap welding, sistem produksi fleksibel memungkinkan sejumlah model kendaraan dibuat dalam satu lini. Proses ini didukung teknologi robotik untuk menjaga presisi dan konsistensi bodi kendaraan.
BYD juga menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan mencapai 60 persen pada Januari 2027.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kehadiran pabrik BYD bukan hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
“Pemerintah tidak hanya ingin membangun pasar kendaraan listrik, tetapi juga memastikan perkembangan ini memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi dalam negeri, termasuk melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri,” kata Agus.
Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan berharap investasi BYD di Subang mampu mendorong tumbuhnya industri baru yang mendukung ekosistem kendaraan energi baru.
“Kita melihat pembangunan pabrik BYD ini bukan hanya sebagai investasi di sektor otomotif, tetapi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri baru di Indonesia. Satu investasi besar harus melahirkan industri-industri baru di sekelilingnya,” ujar Luhut.
Ia juga berharap fasilitas tersebut dapat meningkatkan keterlibatan industri dan sumber daya manusia Indonesia, sekaligus membuka peluang produk dalam negeri menembus pasar global.(DRI)






