WKI Perkuat Infrastruktur dan Energi Terbarukan

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) memperkuat visi sebagai mitra tepercaya dalam pembangunan sarana infrastruktur nasional dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang berkelanjutan.

Visi tersebut menjadi dasar strategi transformasi perusahaan yang dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pemulihan melalui perbaikan internal, reposisi dengan memperluas pangsa pasar, serta pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Plt Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto mengatakan, perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan volume pekerjaan, tetapi juga memastikan pertumbuhan yang sehat dan bertanggung jawab.

Menurutnya, setiap proyek yang diperoleh harus memiliki kepastian penagihan, margin yang wajar, risiko terkendali, serta tidak berbenturan dengan kepentingan bisnis induk usaha.

Untuk memperkuat portofolio, WKI menjalankan lima lini bisnis yang saling mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia, yaitu konstruksi, pengelolaan peralatan, perdagangan (trading), manufaktur, serta investasi di bidang energi.

Pada sektor konstruksi, WKI menangani sejumlah proyek strategis, antara lain perbaikan Tol Kayu Agung–Palembang, Cetak Sawah Rakyat Kabupaten Merauke, peningkatan Jalan R. Suprapto dan Jalan Gajah Mada Batam, pengaspalan Tol Palembang–Betung 1 dan 2, pekerjaan tanah Tol Bocimi Seksi 3A dan 3B, serta pembangunan Ramp Off Tol Bocimi.

WKI juga berkontribusi dalam penyelesaian sejumlah proyek, seperti Tol Cimanggis–Cibitung, Tol IKN, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Gedung Setpres, hingga Bendungan Rukoh.

Dari sisi pengembangan pasar, Bambang menyebut perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) WKI meningkat signifikan sepanjang 2021 hingga 2025. Pada 2025, realisasi NKB mencapai 100,07 persen dari target. Khusus segmen konstruksi, pencapaiannya mencapai 104,41 persen dengan porsi terbesar berasal dari pasar eksternal.

Pada lini pengelolaan peralatan, WKI saat ini mengelola 341 unit aset. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 1.200 unit melalui rencana pengalihan atau inbreng dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Proses tersebut masih berjalan dan belum efektif karena menunggu persetujuan serta tahapan korporasi yang berlaku.

Sementara itu, lini trading menyediakan berbagai material pendukung konstruksi, seperti agregat A dan B, granular backfill, pasir, serta tanah merah.

Untuk manufaktur, WKI memiliki fasilitas pabrikasi baja di Cikande yang melayani kebutuhan tower transmisi, pabrikasi baja, dukungan proyek, serta kegiatan operasi dan pemeliharaan.

“Pada 2026, arah pengelolaan aset ini difokuskan pada optimalisasi alat dan fasilitas melalui penyewaan, pabrikasi, workshop, dan kerja sama. Tujuannya agar menghasilkan pendapatan berulang dan memperkuat arus kas perusahaan,” ujar Bambang.

Di sektor energi, WKI menegaskan komitmennya mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan portofolio EBT secara selektif, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan berbagai solusi energi terbarukan lainnya.

Langkah tersebut sebelumnya dilakukan melalui investasi pada PT Waskita Sangir Energi yang telah didivestasi pada 2025, kemudian dilanjutkan melalui PT Waskita Wado Energi.

Bambang menegaskan, pengembangan EBT tetap menjadi bagian dari strategi jangka panjang WKI yang dilakukan secara terukur dan berbasis kemitraan.

“WKI akan melakukan pemulihan secara bertahap. Harapan kami ke depan, WKI dapat tumbuh dengan cara yang sehat, terukur dan berkelanjutan,” pungkasnya.(DRI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *