FACEINDONESIA.CO.ID- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Palangka Raya berhasil membantu mengembangkan usaha makanan ringan milik mustahik, Hatriyawati (50), di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Berkat dukungan tersebut, omzet usahanya kini meningkat dua kali lipat hingga mencapai sekitar Rp12 juta per bulan.
Bantuan BAZNAS yang diterima Hatriyawati meliputi permodalan, pelatihan, pengembangan kemasan produk, serta fasilitasi perizinan sertifikasi halal. Dukungan tersebut membuatnya mampu mengembangkan berbagai produk makanan ringan, seperti makaroni pedas manis karamel, makaroni spiral balado, dan emping jagung karamel.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan perkembangan usaha Hatriyawati menjadi contoh bahwa pemberdayaan zakat dapat mendorong mustahik semakin mandiri secara ekonomi.
“Inilah tujuan program pemberdayaan BAZNAS, membuat mustahik lebih berdaya, mandiri dan diharapkan nantinya bisa menjadi muzaki. BAZNAS ingin mencetak lebih banyak lagi muzaki-muzaki baru dari kalangan mustahik,” ujar Idy dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Menurut Idy, keberhasilan tersebut merupakan hasil perpaduan antara keuletan Hatriyawati dan dukungan BAZNAS berupa permodalan serta pelatihan. Keberadaan BMD juga menjadi upaya memberikan akses permodalan yang lebih baik kepada mustahik agar tidak terjerat praktik rentenir.
Sementara itu, Hatriyawati mengaku bersyukur atas bantuan BAZNAS yang membuat produksi dan pemasaran produknya semakin berkembang.
“Setelah dibantu, lebih banyak perubahan. Saya bisa meningkatkan produksi dan pemasaran juga menjadi lebih luas,” ungkap Hatriyawati.
Sebelum mendapatkan bantuan BAZNAS, Hatriyawati hanya mampu memproduksi kurang dari 100 bungkus dengan omzet sekitar Rp800 ribu dalam satu kali produksi. Kini, kapasitas produksinya meningkat hingga 200 bungkus dalam satu kali produksi.
“Alhamdulillah setelah dibantu BAZNAS saya bisa memproduksi satu sampai dua kali dalam seminggu dengan omzet rata-rata Rp12 jutaan per bulan,” tuturnya.
Peningkatan produksi tersebut mendorong Hatriyawati untuk terus mengembangkan usahanya. Ia berencana menambah kapasitas produksi dan menghadirkan lebih banyak jenis makanan ringan agar pilihan produk semakin beragam dan jangkauan pemasaran semakin luas.
“Terima kasih BAZNAS dan para muzaki atas semua bantuan yang diberikan sehingga usaha saya terus berkembang. Dengan perkembangan usaha yang pesat ini, saya berharap dapat memiliki outlet sendiri dan semakin mengembangkan produk milik saya,” katanya.
BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan program pembiayaan produktif bagi mustahik dengan prinsip nonprofit untuk membantu pengembangan usaha dan meningkatkan penghasilan.(SAN)






