FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima 269 peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja lulusan perguruan tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan sektor pariwisata.
Plt. Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Kemenpar Antonio Wasono Imam Prakoso mengatakan, 269 peserta tersebut terpilih dari 1.499 pelamar. Para peserta akan menjalani pemagangan selama enam bulan di berbagai unit kerja Kemenpar, mulai dari Sekretariat Kementerian, kedeputian hingga Badan Pelaksana Otorita.
Hal tersebut disampaikan Antonio saat membuka kegiatan Penerimaan Peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Pariwisata, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Menurut Antonio, keberagaman latar belakang pendidikan, daerah asal, dan perguruan tinggi para peserta diharapkan menjadi kekuatan untuk saling belajar, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi.
“Selama enam bulan ke depan, peserta akan dibimbing langsung oleh mentor profesional dan mengasah keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Antonio.
Program Pemagangan Nasional tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kompetensi, memberikan pengalaman kerja nyata, serta memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2026 terdapat sekitar 7,24 juta penganggur di Indonesia. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 mencapai 6,13 persen.
Antonio menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat keterhubungan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Lulusan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan besar untuk masuk ke dunia kerja sehingga penguatan kompetensi praktis dan pengalaman kerja nyata menjadi sangat penting,” katanya.
Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh uang saku setara upah minimum serta sertifikat resmi yang diakui industri. Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi, membangun portofolio, memperluas jejaring profesional, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Di sisi lain, kehadiran peserta magang juga diharapkan memberikan manfaat bagi Kemenpar melalui perspektif, gagasan, kreativitas, dan energi baru generasi muda dalam mendukung pengembangan pariwisata Indonesia.
“Ini saatnya Anda membangun langkah strategis, membangun portofolio, memperluas jejaring profesional, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari generasi unggul Indonesia. Together We Can Do It,” ujar Antonio.(ZID)






