Pertamina Patra Niaga Dorong Warga Terih Kembangkan Usaha Laut

FACEINDONESIA.CO.ID- Pertamina Patra Niaga terus mendorong masyarakat pesisir Kampung Tua Terih, Batam, mengembangkan potensi hasil laut menjadi usaha produktif dan sumber tambahan penghasilan keluarga.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari “Si Pelaut” yang dibina Aviation Fuel Terminal Hang Nadim. Program ini melibatkan kelompok nelayan, perempuan, serta pelaku UMKM setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan ke Kampung Tua Terih, manajemen Pertamina Patra Niaga menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada KUB Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari.

Selain budidaya ikan, masyarakat juga mengembangkan aquaponik, rehabilitasi mangrove, serta mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan tercatat meningkat dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta. Produk olahan yang dihasilkan antara lain keripik kulit ikan tenggiri, kerupuk kulit ikan kakap, abon ikan, swiss roll abon ikan, hingga penyedap dari tulang ikan dan kepala udang.

Sejumlah produk tersebut bahkan telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.

Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari, Seno, mengatakan pendampingan Pertamina Patra Niaga membantu masyarakat meningkatkan skala budidaya ikan. Melalui inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita), masa pemeliharaan ikan dapat dipangkas dari sekitar 240 hari menjadi 120 hari.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan Program Kampung Bahari Si Pelaut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang berangkat dari potensi lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan,” ujarnya.

Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, program tersebut juga berdampak pada lingkungan. Kampung Bahari Si Pelaut telah mengelola 35,24 ton sampah per tahun, mengurangi emisi sekitar 113,5 ton CO₂-ekuivalen per tahun, serta menanam 1.000 bibit mangrove.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian SDGs 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *