FACEINDONESIA.CO.ID-Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dinilai tetap solid dan berpotensi semakin kuat seiring transformasi tata kelola BUMN di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kondisi tersebut diyakini akan memperbesar kontribusi BRI terhadap penerimaan negara melalui sektor perpajakan.
Berdasarkan data perseroan hingga Juli 2026, pada kuartal I 2026 BRI menyetorkan kontribusi kepada negara secara konsolidasian sebesar Rp8,1 triliun. Dalam tiga tahun terakhir, setoran fiskal BRI juga konsisten melampaui Rp50 triliun per tahun.
Ekonom sekaligus Direktur Program Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, mengatakan BRI merupakan salah satu penyumbang pajak terbesar di industri perbankan nasional. Menurutnya, kinerja tersebut ditopang oleh basis lebih dari 70 juta nasabah, yang mayoritas berasal dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menilai besarnya jumlah nasabah membuat BRI mampu menjaga dana murah, mendorong laba yang kuat, serta mempertahankan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Piter juga menilai transformasi tata kelola yang dijalankan Danantara berpotensi memperkuat posisi strategis BRI dalam memberikan kontribusi kepada negara.
Menurutnya, BRI dapat menjadi contoh bagi BUMN lain dalam meningkatkan penerimaan negara melalui kinerja yang berkelanjutan.
Kewajiban perpajakan yang dibayarkan BRI mencakup Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Meterai, PPh Badan, hingga pajak daerah.
Selain itu, digitalisasi layanan BRI dinilai semakin memperkuat pembiayaan sektor produktif, terutama UMKM.
Perluasan transaksi digital melalui QRIS dan bertambahnya jumlah merchant disebut ikut meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sekaligus mempercepat transformasi digital di tingkat akar rumput.(ZID)






