PLN EPI: LNG Perkuat Ketahanan Listrik Nasional hingga 2034

FACEINDONESIA.CO.ID-PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan liquefied natural gas (LNG) akan menjadi salah satu penopang utama ketahanan sistem kelistrikan nasional hingga 2034. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tantangan geopolitik global, LNG dinilai berperan penting menjaga keandalan pasokan sekaligus mendukung transisi energi.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) yang juga Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, mengatakan permintaan listrik akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri, elektrifikasi transportasi, pengembangan kawasan ekonomi, serta bertambahnya kebutuhan pusat data.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dalam lima tahun mendatang data center diperkirakan membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 15 gigawatt (GW). Karena itu, Indonesia memerlukan pasokan energi yang aman, andal, dan fleksibel, dengan gas berperan sebagai energi transisi sekaligus penyangga sistem kelistrikan.

Mengacu pada RUPTL 2025–2034, produksi listrik nasional diproyeksikan meningkat dari 304,4 TWh menjadi 584,3 TWh. Di saat yang sama, porsi pembangkit berbasis batu bara akan menurun, sementara kontribusi energi baru terbarukan terus bertambah.

PLN memperkirakan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik naik rata-rata 4,5 persen per tahun, dari 1.748 BBTUD pada 2026 menjadi hampir 2.490 BBTUD pada 2034. Porsi LNG dalam pasokan gas PLN juga diperkirakan meningkat dari 57 persen menjadi 67 persen.

Untuk menjamin pasokan, PLN EPI memperkuat kontrak gas dan LNG jangka panjang dengan sejumlah mitra, serta mempercepat pembangunan infrastruktur LNG, termasuk FSRU di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Cilegon, serta pengembangan klaster gasifikasi di Indonesia Timur.

PLN EPI menilai penguatan pasokan, pembangunan infrastruktur, dan diversifikasi energi primer menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional, mendukung integrasi energi terbarukan, serta mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *