Pegadaian Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan dan Budaya Investasi Emas Lewat Aplikasi TRING dan ESG

PT Pegadaian terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan literasi investasi emas di Indonesia melalui transformasi digital dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Pegadaian terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan literasi investasi emas di Indonesia melalui transformasi digital dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan aplikasi digital TRING serta perluasan layanan pembiayaan berbasis emas.

Hingga Oktober 2025, jumlah nasabah Pegadaian tercatat mencapai 2,34 juta, tumbuh 19,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,38 juta nasabah aktif menggunakan layanan pembiayaan, sementara 965 ribu nasabah memanfaatkan produk Tabungan Emas.

Bacaan Lainnya

Dalam mendukung transformasi digital, Pegadaian menghadirkan aplikasi TRING, yang merupakan pengembangan dari Pegadaian Digital Service (PDS). Aplikasi ini dirancang dengan sistem keamanan yang lebih baik serta proses yang lebih sederhana bagi nasabah.

“Sampai Oktober, aplikasi TRING telah diunduh oleh sekitar 455,7 ribu pengguna dan telah mencatat lebih dari 3,01 juta transaksi,” ujar perwakilan manajemen Pegadaian. Ujar Ahmad Zaenudin Pimpinan Wilayah VIII Jakarta 1

Dari sisi kinerja keuangan, Pegadaian mencatat outstanding loan (OSL) sebesar Rp12,45 triliun per Desember 2025, atau tumbuh 48,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kualitas kredit juga terjaga dengan baik, dengan rasio kredit tidak lancar hanya sekitar 0,3 persen.

Sementara itu, laba usaha Pegadaian hingga Oktober 2025 mencapai Rp1,42 triliun, meningkat 47 persen secara tahunan.

Sejalan dengan tema “MengEmaskan Indonesia”, Pegadaian juga memperkuat pembiayaan kepemilikan emas melalui program Cicil Emas. Hingga 11 Desember 2025, penyaluran pembiayaan cicil emas telah menembus Rp1 triliun, melonjak 272 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pegadaian kini juga resmi ditunjuk pemerintah sebagai salah satu penyelenggara Bank Emas sejak 26 Februari 2025, yang memungkinkan layanan keuangan berbasis emas, mulai dari simpanan hingga transaksi emas secara terintegrasi.

Selain emas, Pegadaian menyediakan berbagai produk pembiayaan lain, seperti kredit usaha dengan jaminan BPKB, cicilan kendaraan bermotor, pembiayaan digital berbasis invoice, pembiayaan sertifikat tanah dengan plafon di bawah Rp200 juta, layanan pembayaran digital, remitansi tanpa rekening bank, hingga pembiayaan haji dan umrah.

Ke depan, Pegadaian menargetkan visi jangka panjang 2026–2030 untuk menjadi pemimpin ekosistem emas dan digital di Indonesia.

> “Kami ingin mengajak masyarakat kembali membudayakan investasi emas. Sejak ribuan tahun lalu, emas terbukti menjadi instrumen penyimpan nilai dan simbol kemakmuran,” tutup Ahmad Zaenudin

Untuk menghadapi persaingan, Pegadaian juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan penilaian barang non-emas seperti gawai, televisi, dan laptop, guna memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Dengan transformasi digital, penguatan produk emas, serta komitmen terhadap ESG, Pegadaian optimistis dapat terus tumbuh berkelanjutan sekaligus memperkuat inklusi keuangan nasional. (Zid)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *