FACEINDONESIA.CO.ID – Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menerima aspirasi dari perwakilan 15 perusahaan serta serikat pekerja KEP KSPSI dalam forum serap aspirasi di Bekasi, Jawa Barat. Pertemuan tersebut membahas kenaikan harga gas industri yang dinilai semakin membebani dunia usaha.
Menurut KSPSI, tingginya biaya gas dapat berdampak serius terhadap operasional perusahaan dan berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar. Jika tidak segera diatasi, sekitar 50 ribu pekerja disebut berisiko terdampak.
Salah satu perusahaan industri keramik di Bekasi bahkan telah menyampaikan rencana pengurangan tenaga kerja akibat tekanan biaya energi tersebut.
KSPSI menilai kondisi ini perlu segera direspons pemerintah. Andi Gani juga telah bertemu dengan Menteri ESDM untuk menyampaikan langsung persoalan tersebut. Pemerintah disebut merespons dengan menggelar pembahasan bersama pihak terkait.
Selain isu gas industri, KSPSI juga menyoroti potensi dampak penataan izin usaha di sektor pertambangan nikel yang dinilai dapat memengaruhi tenaga kerja. Meski mendukung penegakan aturan, KSPSI meminta kebijakan tersebut tidak menimbulkan gelombang PHK baru.
Forum ini dihadiri jajaran pengurus KSPSI dari berbagai wilayah serta perwakilan sektor kimia, energi, dan pertambangan.(DEN)






