FACEINDONESIA.CO.ID – Pertamina Patra Niaga melalui program pemberdayaan masyarakat berhasil mengolah eceng gondok yang selama ini dianggap gulma menjadi produk bernilai ekonomi di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah.
Program Community Involvement & Development (CID) ini dijalankan di dua wilayah, yakni Kilang Plaju dan AFT Adi Sumarmo. Di Sumatera Selatan, eceng gondok diolah menjadi produk pengharum ruangan bernama Ankubas Scents melalui Eceng Gondok Research and Creative Center (ERCC) bersama kelompok masyarakat binaan.
Produk ini memiliki berbagai varian aroma dan telah dipasarkan secara lokal hingga digital dengan omzet mencapai sekitar Rp50 juta.
Sementara di Jawa Tengah, melalui program Ecobiz Cengklik di Boyolali, eceng gondok dimanfaatkan menjadi pupuk organik, pakan ternak, pakan ikan, hingga biogas. Program ini juga mendukung pertanian berkelanjutan dengan inovasi irigasi tenaga surya dan fasilitas pencucian sayur higienis.
Hingga kini, program tersebut telah memberi manfaat bagi puluhan warga, membentuk kelompok tani baru, serta membantu perbaikan lingkungan waduk.
Pertamina menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menggabungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. ((ZID)






