BRI Kick Off Desa BRILiaN 2026, Dorong Transformasi Desa Digital

Dok.BRI

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026 melalui kegiatan Kick-Off Desa BRILiaN Batch 1 yang digelar secara daring dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Program bertema “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya dan Berkelanjutan” ini menjadi langkah nyata mendorong transformasi desa melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kapasitas masyarakat desa.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani, serta Ketua LPPM Unsoed Elly Tugianti.

Menteri Desa Yandri Susanto mengatakan konsep “Bangun Desa, Bangun Indonesia” menempatkan desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, Program Desa BRILiaN tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga gerakan transformasi desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kekuatan sosial dan budaya lokal.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan Program Desa BRILiaN 2026 merupakan inisiatif pemberdayaan desa berbasis social entrepreneurship dan inkubasi yang berlangsung dalam dua batch sepanjang Mei hingga November 2026.

“Melalui Program Desa BRILiaN, BRI ingin mendorong desa semakin inovatif dan berdaya saing. Transformasi desa tidak hanya ditentukan pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas SDM, tata kelola, dan kemampuan mengelola potensi lokal secara berkelanjutan,” ujar Akhmad.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas dan pendampingan yang terstruktur diharapkan mampu menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Program Desa BRILiaN 2026 memiliki tiga tahapan utama, yakni empowerment melalui pelatihan daring selama dua bulan, assistance berupa pendampingan intensif bagi desa terbaik, serta graduation dalam bentuk apresiasi dan penghargaan bagi desa unggulan.

Materi pelatihan mencakup legalitas kerja sama, tata kelola dana desa, pengelolaan keuangan BUMDes dan koperasi desa, hingga pengembangan sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan industri pengolahan.

Melalui program tersebut, desa peserta diharapkan mampu menghasilkan strategi pengelolaan dana desa, laporan keuangan digital, pengembangan desa wisata, hingga inovasi produk berbasis potensi lokal.

BRI juga membuka kesempatan bagi desa-desa di seluruh Indonesia untuk mengikuti Program Desa BRILiaN 2026 melalui unit kerja BRI terdekat.

Hingga akhir Maret 2026, Program Desa BRILiaN tercatat telah diikuti 5.245 desa dengan pengembangan sektor unggulan meliputi pariwisata, jasa, perdagangan, industri pengolahan, pertanian, dan peternakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *