FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda) guna meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian ekosistem mangrove dan gambut.
Program tersebut diperkenalkan melalui pemutaran film dokumenter dan diskusi publik bertema “Dari Hulu ke Hilir, Kisah Interaksi Masyarakat dan Alam” di Jakarta.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat menegaskan, Indonesia memiliki tanggung jawab besar menjaga ekosistem mangrove dan gambut sebagai bagian penting mitigasi perubahan iklim.
Menurutnya, mangrove dan gambut berfungsi sebagai penyimpan karbon alami, pengatur tata air, sekaligus penopang kehidupan masyarakat pesisir.
Pemerintah juga terus memperkuat tata kelola mangrove melalui Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2026 serta penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional.
“Perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten di daerah masing-masing,” ujar Jumhur saat peluncuran program KELANA.
Peluncuran program dilakukan bersama jajaran KLH/BPLH, World Bank, Puteri Indonesia Lingkungan 2024, National Geographic Indonesia, komunitas lingkungan, mahasiswa hingga pelajar.
Video edukasi KELANA menampilkan aktivitas anak muda yang berinteraksi langsung dengan alam sekaligus mengenalkan fungsi penting mangrove dan gambut dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain membahas perubahan iklim, program ini juga akan menghadirkan edukasi mengenai sampah, pencemaran, hingga pelestarian gambut melalui media kreatif dan film dokumenter.
Film yang diputar dalam acara tersebut memperlihatkan peran mangrove sebagai benteng alami pesisir yang mampu meredam gelombang dan mengurangi risiko abrasi maupun tsunami.
Dokumenter itu juga menampilkan kiprah komunitas Mangrove Rangers di Sulawesi Tengah yang aktif menjaga kawasan mangrove bersama masyarakat.
KLH/BPLH berharap program KELANA dapat memperluas literasi lingkungan dan mendorong generasi muda aktif menjaga kelestarian alam demi masa depan berkelanjutan. (San)





