FACEINDONESIA.CO.ID – MHE Jebsen & Jessen memperkenalkan teknologi overhead crane dan otomasi pergudangan terbaru untuk mendukung kebutuhan industri di Jawa Timur. Teknologi ini dikembangkan bersama Elebia Autohooks dan ditujukan bagi berbagai sektor industri, mulai dari plastik, pulp dan kertas, otomotif, petrokimia, hingga logistik dan distribusi.
General Manager MHE, Doyo Lujeng Dwiarso mengatakan, pihaknya terus menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri di berbagai daerah di Indonesia.
“Jebsen & Jessen Group telah beroperasi selama 130 tahun di 26 negara. Kami berkomitmen menghadirkan teknologi yang sesuai dengan karakteristik industri di setiap wilayah,” ujar Doyo dalam seminar “MHE Crane & Automation Seminar” di Surabaya, Kamis (7/5/2026).
Dalam seminar tersebut, MHE memperkenalkan produk Overhead Crane dan Hoist berkapasitas hingga 80 ton yang telah dilengkapi Intelligent Crane System. Teknologi ini membuat pergerakan crane lebih stabil, presisi, serta mengurangi ayunan saat pengangkatan dan pemindahan barang.
Sistem tersebut juga dibekali fitur pemantauan keselamatan, seperti pencatatan durasi penggunaan, kapasitas angkat, hingga perlindungan terhadap panas dan kelebihan beban.
Tak hanya itu, MHE turut memperkenalkan berbagai solusi otomasi pergudangan seperti AGV (Autonomous Guided Vehicle), AMR (Autonomous Mobile Robot), Automated Storage & Retrieval System, serta Vertical Storage Machine lengkap dengan perangkat lunaknya.
Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi penyimpanan barang di sektor industri maupun logistik.
Rangkaian seminar dimulai sejak pagi dengan pembahasan mengenai profil PT Jebsen & Jessen Technology Indonesia Divisi MHE, pemilihan overhead crane, hingga pemaparan produk Elebia Evo Automatic Crane Hooks.
Sesi berikutnya membahas teknologi otomasi pergudangan, layanan pemeliharaan, hingga perbaikan crane yang diikuti diskusi interaktif bersama peserta.
Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara dari Elebia Autohooks dan tim MHE, di antaranya Joan Roig Barnet, Lim Boon Tian, Rianto Dwi Leksono, Chandra Devi, Rizal Zailani, Arman Setiani, Andrew Thambiah, dan Raymond Tan. (San)





