FACEINDONESIA.CO.ID – Sungguh tak terasa waktu yang telah kita lewati,
Terasa sebentar sekali ramadhan yang kita alami, hingga kita masuk ke detik-detik akhir Ramadhan.
Mari sejenak kita menengok ke belakang, ternyata…
.
Puasa yang penuh kekurangan.
Puasa yang masih diselingi dengan khilaf dan maksiat.
Puasa yang terkadang terbakar nafsu dan emosi.
Tengoklah kembali!
Ternyata… malam-malam yang kita lewati, apakah lebih banyak kumpul-kumpul di acara yang tidak bermanfaat untuk akhirat?
Ternyata… apakah waktu tidur lebih banyak dari waktu tadabbur?
Ternyata… Apakah waktu tertawa lebih sering dari membaca Al Qur’an dan berdoa?
Adakah penyesalan?
Ada kepiluan,
Ada tanda tanya besar, masih tersisakah taqwa untuk diri ini??
Saudaraku,
Harapan itu masih ada,
Resapi sabda sang Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berikut ini:
من أحسن فيما بقي غفر له ما مضى ومن أساء فيما بقي أخذ بما مضى وما بقي
“Barangsiapa yang memaksimalkan waktu yang masih tersisa, maka kesalahannya yang lalu pasti terampuni, dan barangsiapa yang melalaikan waktu yang tersisa, maka ia akan disiksa karena kesalahan yang lalu dan yang tersisa.”
(HR. Thabrani)
Optimis dan husnuzhan-lah kepada ALLAH!
Tabuhkan kembali genderang perjuangan kita!
Kencangkan kembali ikat pinggang kita!
Hidupkanlah waktu yang tersisa!
Ingatlah!
ini adalah detik-detik terakhir dan kita tidak tau apakah bisa bertemu dengan ramadhan tahun depan?
“Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung penutupannya.”
(HR. Bukhari)
Semoga ALLAH memberi taufiq kepada kita di sisa waktu ini hingga bisa mengoptimalkan detik-detik akhir Ramadhan dan bisa dipertemukan kembali ramadhan tahun depan. (San)





