Puasakan Matamu: Pesan Menyentuh Ustadzah Halimah Alaydrus tentang Menundukkan Pandangan

Dok.KIP

FACEINDONESIA.CO.ID – Di tengah derasnya arus informasi dan visual di era digital, pesan singkat namun mendalam dari Halimah Alaydrus kembali menggugah hati umat Muslim. Melalui nasihatnya, ia mengingatkan pentingnya “mempuasakan mata” dengan menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram serta tidak memandang siapa pun dengan hinaan.

“Puasakan matamu. Tundukkan dari pandang haram. Dan jangan biarkan memandang sesiapa dengan menghinakan,” demikian pesan yang disampaikan Ustadzah Halimah Alaydrus dalam salah satu kajiannya.

Bacaan Lainnya

 

Makna Puasa Mata dalam Islam

Dalam ajaran Islam, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa. Mata, sebagai salah satu pintu masuk hati, memiliki peran besar dalam menjaga kesucian jiwa.

Menundukkan pandangan dari hal yang diharamkan merupakan perintah Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an. Lebih dari itu, menjaga pandangan juga berarti menghindari rasa iri, dengki, hingga merendahkan orang lain hanya karena perbedaan status sosial, fisik, atau kekurangan tertentu.

Menurut Ustadzah Halimah Alaydrus, puasa mata bukan sekadar tidak melihat yang haram, tetapi juga melatih hati agar penuh kasih sayang dan penghormatan kepada sesama.

 

Relevan di Era Media Sosial

Pesan ini terasa semakin relevan di era media sosial. Setiap hari, jutaan konten visual beredar tanpa batas. Tanpa kendali diri, mata bisa dengan mudah terpapar hal-hal yang tidak pantas atau memicu penilaian negatif terhadap orang lain.

Budaya membandingkan diri, merendahkan, hingga menghujat melalui komentar menjadi fenomena yang memprihatinkan. Di sinilah makna “puasa mata” menjadi penting — bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin.

Menahan diri untuk tidak memandang dengan hinaan berarti menjaga lisan dan jari dari komentar yang menyakitkan. Sebab, pandangan yang merendahkan sering kali berawal dari hati yang kurang bersyukur.

 

Membentuk Pribadi yang Lebih Lembut

Nasihat Ustadzah Halimah Alaydrus juga mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kemuliaan di sisi Allah SWT. Tidak ada alasan untuk merasa lebih tinggi atau memandang rendah orang lain.

Dengan mempuasakan mata:

▪︎ Hati menjadi lebih bersih.
▪︎ Pikiran lebih terjaga dari prasangka buruk.
▪︎ Hubungan sosial menjadi lebih harmonis.
▪︎ Iman semakin kuat karena terlatih menahan diri.

Pesan sederhana ini menjadi pengingat bahwa ibadah bukan hanya ritual, melainkan juga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

 

Momentum Muhasabah Diri

Di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan, ajakan untuk mempuasakan mata menjadi momentum muhasabah diri. Setiap Muslim diajak untuk bertanya pada dirinya sendiri: sudahkah pandangan kita membawa kebaikan atau justru menjerumuskan?

Nasihat dari Ustadzah Halimah Alaydrus ini bukan sekadar kutipan indah, melainkan panduan praktis untuk menjaga kehormatan diri dan menghargai sesama. Sebab, mata yang terjaga akan melahirkan hati yang bersih, dan hati yang bersih akan memancarkan akhlak yang mulia. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *